Sunday, March 25, 2012

Monologue : Rectitude

Aku mati
Mati
MATI!


Aku meraga matinya batin
batin yang tidak ber asa
Seongok daging tak ber asa berjalan di atas cahaya fana nirwana


Tidak.
Tidak mati sepenuhnya
Hampa yang bergelumuk
Menjadi teman yang paling setia


Di balik asap, batang-batang rokok, dan alkohol
Hanya terdapat sebuah pribadi yang, aah... sudahlah!


Hanya bagian dari elegi yang selalu terulang
Hanya penunjang agar terlihat hidup


Oh, Bulan Malam, Sahabatku...
Aku merindumu
Aku lah Sang Pungguk yang meradang rindu
Kepadamu


Kembali lah
Di hangat pangkuanku
Setidaknya aku bisa merasakan serpihan hidup
Karenamu


Oh, Mentari Terbenam, Belahan jiwaku...
Bawa aku bersama kalian


Aku
Aku bernyawa
Tidak berjiwa


Luka-luka baru itu
Segarnya aroma darah menyernitkan titik senyum di pucuk bibir


Memar lebam itu
Huft, sudah mulai membiru rupanya


Ah...
Betapa aku merindukan masa-masa itu
Ketika aku ada

Sunday, September 11, 2011

Raihan

ini mamah sama papah nya raihan

ini Raihan sama papahnya pas lagi baikan
ini Raihan lagi gigit tangan papahnya


ini ketika Raihan masih anteng
yang ini juga
ini Raihan sudah mulai primitif. ga bisa lobangin AMDK pake sedotan, tangan pun jadi
akhirnya Raihan berhasil minum
entah bagaimana sedotan itu langsung ada disana
Raihan minum dengan riang gembira
ternyata Raihan lapar, gelas AMDK itu pun hendak di lahap
akhirnya Raihan kenyang



THE END

Wednesday, May 11, 2011

Hegemoni Sang Tuhan Part 2

Nanda : Tuhan, salah apasih gue sama lo, Han?!! Lo tuh raja tega bener deh, jahat banget sih lo sama gue?!!
Tuhan : Eh, lo tau ga sih? Gue itu ga jahat justru gue sayang sama lo.
Nanda : Eh! Tai kucing rasa coklat lo sayang sama gue, buktinya apa?
Tuhan : Karena gue sayang lo jadi gue ambil dia dari lo.
Nanda : Anjing! Lo seenaknya aja ngambil dia dari gue, lo pikir ga sakit, bangsat!
Tuhan : Trus, lo mau apa? Gue bisa segalanya!

...Sekali lagi saya kalah dengan hegemoni Sang Tuhan...