Sunday, March 25, 2012

Monologue : Rectitude

Aku mati
Mati
MATI!


Aku meraga matinya batin
batin yang tidak ber asa
Seongok daging tak ber asa berjalan di atas cahaya fana nirwana


Tidak.
Tidak mati sepenuhnya
Hampa yang bergelumuk
Menjadi teman yang paling setia


Di balik asap, batang-batang rokok, dan alkohol
Hanya terdapat sebuah pribadi yang, aah... sudahlah!


Hanya bagian dari elegi yang selalu terulang
Hanya penunjang agar terlihat hidup


Oh, Bulan Malam, Sahabatku...
Aku merindumu
Aku lah Sang Pungguk yang meradang rindu
Kepadamu


Kembali lah
Di hangat pangkuanku
Setidaknya aku bisa merasakan serpihan hidup
Karenamu


Oh, Mentari Terbenam, Belahan jiwaku...
Bawa aku bersama kalian


Aku
Aku bernyawa
Tidak berjiwa


Luka-luka baru itu
Segarnya aroma darah menyernitkan titik senyum di pucuk bibir


Memar lebam itu
Huft, sudah mulai membiru rupanya


Ah...
Betapa aku merindukan masa-masa itu
Ketika aku ada

No comments:

Post a Comment

silahkan di comment, bila ada yang kurang berkenan, ada saran dan masukan, please, let me know :D