Aku mati
Mati
MATI!
Aku meraga matinya batin
batin yang tidak ber asa
Seongok daging tak ber asa berjalan di atas cahaya fana nirwana
Tidak.
Tidak mati sepenuhnya
Hampa yang bergelumuk
Menjadi teman yang paling setia
Di balik asap, batang-batang rokok, dan alkohol
Hanya terdapat sebuah pribadi yang, aah... sudahlah!
Hanya bagian dari elegi yang selalu terulang
Hanya penunjang agar terlihat hidup
Oh, Bulan Malam, Sahabatku...
Aku merindumu
Aku lah Sang Pungguk yang meradang rindu
Kepadamu
Kembali lah
Di hangat pangkuanku
Setidaknya aku bisa merasakan serpihan hidup
Karenamu
Oh, Mentari Terbenam, Belahan jiwaku...
Bawa aku bersama kalian
Aku
Aku bernyawa
Tidak berjiwa
Luka-luka baru itu
Segarnya aroma darah menyernitkan titik senyum di pucuk bibir
Memar lebam itu
Huft, sudah mulai membiru rupanya
Ah...
Betapa aku merindukan masa-masa itu
Ketika aku ada
No comments:
Post a Comment
silahkan di comment, bila ada yang kurang berkenan, ada saran dan masukan, please, let me know :D