Saturday, October 23, 2010

kecoak cintaaaahhh

KECOAK CINTA
cerita kecoak cinta ini berawal dari dua orang yang menghabiskan malam minggunya dikamar hotel. semua terasa baik-bak saja dari awasl check-in sampai si om resepsionis mengantarkan kedua orang itu di kamar hotel. 


yah kira2 seperti ini gambaran ceritanya


scene 1
saya, amourdemavie, dan om resepsionis menaiki anak tangga sampai ke lantai 3 (semua masih baik2 saja)


scene 2
om resepsionis bukain kamar (tetap masih baik2 saja)


scene 3
saya melihat kecoak (saya paling jijik sama kecoak) dan sontak mengumpat : WHAT THE FAK???
dan gayung pun bersambut si om resepsionis berkata : OOOHH NOOOOO!!
(keadaan sudah mulai tidak baik2 saja)


saya yang merasa jijik pun take a few steps back (LOL) sementara si om resepsionis sedang asik tungging2an kejar2an sama om kecoak dari lantai, kasur, sampai ke lantai lagi, sampai si kecoak bersedia angkat kaki dari kamar.


bisa di lihat, dari gerak2an om resepsionis yang tungging2an tadi, di identifikasikan bahwa : DIA JUGA JIJIK KECOAK! (koplok!!)


dan gobloknya si om resepsionis : MASA KECOAK MAU DI SEMPROT PAKE PENGHARUM RUANGAN??? (goblok!!)


dengan beranjaknya si kecoak dari kamar, wajah si om resepsionis terlihat lega. dia pun juga ikut angkat kaki mengikuti jejak si kecoak.


saya dan amourdemavie pun tertawa melihat kebodohan om resepsionis tadi. (LOL)


dan malam itu saya pun akhirnya cerita ke amourdemavie tentang LittleSunset sampai akhirnya tertidur di bawah selimut..


PS : ga jelas kan ceritanya? LOL

Une De Mes Déceptions à La Famille (part 2)

(tarik nafas dalam-dalam)
fiuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhh, setidaknya itu yang saya bisa lakukan sekarang. saya sudah setengah jalan menuju victory.

dear father,
sekarang udah keliatan kan? siapa yang berfikir pake logika? saya atau anda?
HA HA HA
anda benar-benar terlihat SANGAT bodoh, Bung!
penyesalan anda sekarang sudah ga berarti buat saya, saya udah benar-benar apatis.
setidaknya mentertawakan KEBODOHAN anda bisa membuat saya menjadi sedikit lebih senang dan sedikit membayar apa yang sudah anda lakukan terhadap saya.

Silahkan jilat ludah anda...
anda bukanlah lagi sebuah figur ayah buat saya, tapi hanya sebagai suami dari ibu saya. PERIOD!

sampai jumpa di peradilan selanjutnya, dickhead!

Friday, October 22, 2010

Je T'aime A La Mort, L'amour De Ma Vie...

malam itu, mataku pun tetap enggan tertutup. ku bakar sebatang rokok yang ku ambil dari kotak rokok kesayanganku. dan kulihat AMOURDEMAVIE yang telah terlelap, tertidur pulas di sebelahku. pandanganku enggan beranjak dari sosok wajahnya.





ku tatap dalam, namun lembut, dan…

menangis!

ku tutup mulutku dengan kedua tanganku dengan maksud tidak ingin membangunkan AMOURDEMAVIE karena isak tangisku

kembali aku menghisap rokok marlboro black menthol yang berada di sela jariku. di tengah sesenggukanku menangis, aku tetap tidak mengalihkan pandanganku kepadanya. dan mulai datang sebuah pertanyaan di benakku

apa yang akan terjadi bila malam ini merupakan malam terakhir aku bersama AMOURDEMAVIE ?

menatap matanya, menggenggam tangannya, memeluk tubuhnya, mencium bibirnya, tidur dipeluknya?

dan isak tangisku pun semakin menjadi-jadi. aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu. aku tidak bisa menerima kemungkinan terburuk yang akan menimpaku apabila itu benar-benar terjadi.

i can't face the truth? yes, indeed.

i’m a coward? yeah, maybe, i’m a chicken.

perasaan takut untuk kehilangan AMOURDEMAVIE setiap hari semakin membengkak bak tumor ganas. dan aku pun semakin tidak bisa mengkontrol rasa itu. ingin tubuh ini bergerak membangunkan AMOURDEMAVIE yang sudah bermimpi indah di alam bawah sadarnya. yang ku inginkan hanya waktu 10 menit, untuk aku memeluknya tubuhnya, menggenggam tangannya, mencium bibirnya, dan menatap matanya.

tetapi tetap enggan ku lakukan

ku urungkan niatku itu, dan kembali dengan marlboro black menthol ku. hisapan demi hisapan rokok yang ku bakar tidak mampu mengalihkan pandangan dan perhatianku pada AMOURDEMAVIE.

pertanyaan itu pun mulai merasuki pikiranku lagi. di tambah lagi dengan beberapa pertanyaan-pertanyan baru yang siap melumat habis energiku untuk memikirkannya.

apa yang akan terjadi besok, 2 hari setelahnya, minggu depan, atau 5 tahun kedepan?

aku takut untuk kehilangan AMOURDEMAVIE ? sangat! sangat takut!

aku bahkan tidak ingin kehilangan AMOURDEMAVIE

untuk memikirkannya saja aku tidak mau


AMOURDEMAVIE
sudah menjadi bagian terbesar dalam hidupku






AMOURDEMAVIE
seorang laki-laki dimana aku ingin menghabiskan hidupku bersamanya



AMOURDEMAVIE
merupakan seseorang yang kuharap akan menjadi Ayah dari anak-anakku kelak


AMOURDEMAVIE
merupakan seseorang yang akan membangun surganya bersamaku



AMOURDEMAVIE
AKU AKAN SELALU MENCINTAINYA SAMPAI KAPAN PUN

dan dimalam itu...
aku menatap matanya, seolah-olah hari itu merupakan hari terakhir aku bisa melihat matanya.
aku menggenggap tangannya, seolah-olah hari itu merupakan hari terakhirku bisa menggenggam tangannya.
aku memeluk tubuhnya, seolah-olah hari itu merupakan hari terakhir aku bisa memeluk tubuhnya.
aku mencium bibirnya, seolah-olah hari itu merupakan hari terakhir aku bisa mencium bibirnya.

DAN DI SETIAP AKU BERSAMANYA, AKU AKAN MEMBUAT SAAT ITU BAGAIKAN HARI TERAKHIR AKU BISA BERSAMANYA...

PS : Je t'aime a la mort, l'amour de ma vie...