malam itu, mataku pun tetap enggan tertutup. ku bakar sebatang rokok yang ku ambil dari kotak rokok kesayanganku. dan kulihat AMOURDEMAVIE yang telah terlelap, tertidur pulas di sebelahku. pandanganku enggan beranjak dari sosok wajahnya.
ku tatap dalam, namun lembut, dan…
menangis!
ku tutup mulutku dengan kedua tanganku dengan maksud tidak ingin membangunkan AMOURDEMAVIE karena isak tangisku
kembali aku menghisap rokok marlboro black menthol yang berada di sela jariku. di tengah sesenggukanku menangis, aku tetap tidak mengalihkan pandanganku kepadanya. dan mulai datang sebuah pertanyaan di benakku
apa yang akan terjadi bila malam ini merupakan malam terakhir aku bersama AMOURDEMAVIE ?
menatap matanya, menggenggam tangannya, memeluk tubuhnya, mencium bibirnya, tidur dipeluknya?
dan isak tangisku pun semakin menjadi-jadi. aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu. aku tidak bisa menerima kemungkinan terburuk yang akan menimpaku apabila itu benar-benar terjadi.
i can't face the truth? yes, indeed.
i’m a coward? yeah, maybe, i’m a chicken.
perasaan takut untuk kehilangan AMOURDEMAVIE setiap hari semakin membengkak bak tumor ganas. dan aku pun semakin tidak bisa mengkontrol rasa itu. ingin tubuh ini bergerak membangunkan AMOURDEMAVIE yang sudah bermimpi indah di alam bawah sadarnya. yang ku inginkan hanya waktu 10 menit, untuk aku memeluknya tubuhnya, menggenggam tangannya, mencium bibirnya, dan menatap matanya.
tetapi tetap enggan ku lakukan
ku urungkan niatku itu, dan kembali dengan marlboro black menthol ku. hisapan demi hisapan rokok yang ku bakar tidak mampu mengalihkan pandangan dan perhatianku pada AMOURDEMAVIE.
pertanyaan itu pun mulai merasuki pikiranku lagi. di tambah lagi dengan beberapa pertanyaan-pertanyan baru yang siap melumat habis energiku untuk memikirkannya.
apa yang akan terjadi besok, 2 hari setelahnya, minggu depan, atau 5 tahun kedepan?
aku takut untuk kehilangan AMOURDEMAVIE ? sangat! sangat takut!
aku bahkan tidak ingin kehilangan AMOURDEMAVIE
untuk memikirkannya saja aku tidak mau
AMOURDEMAVIE
sudah menjadi bagian terbesar dalam hidupku
AMOURDEMAVIE
seorang laki-laki dimana aku ingin menghabiskan hidupku bersamanya
AMOURDEMAVIE
merupakan seseorang yang kuharap akan menjadi Ayah dari anak-anakku kelak
AMOURDEMAVIE
merupakan seseorang yang akan membangun surganya bersamaku
AMOURDEMAVIE
AKU AKAN SELALU MENCINTAINYA SAMPAI KAPAN PUN
dan dimalam itu...
aku menatap matanya, seolah-olah hari itu merupakan hari terakhir aku bisa melihat matanya.
aku menggenggap tangannya, seolah-olah hari itu merupakan hari terakhirku bisa menggenggam tangannya.
aku memeluk tubuhnya, seolah-olah hari itu merupakan hari terakhir aku bisa memeluk tubuhnya.
aku mencium bibirnya, seolah-olah hari itu merupakan hari terakhir aku bisa mencium bibirnya.
DAN DI SETIAP AKU BERSAMANYA, AKU AKAN MEMBUAT SAAT ITU BAGAIKAN HARI TERAKHIR AKU BISA BERSAMANYA...
PS : Je t'aime a la mort, l'amour de ma vie...

.jpg)
.jpg)

No comments:
Post a Comment
silahkan di comment, bila ada yang kurang berkenan, ada saran dan masukan, please, let me know :D