Thursday, March 24, 2011

Wanita

Salah satu mahluk tuhan yang indah yang di ciptakan untuk kaum adam berpasang-pasangan untuk bisa melakukan regenerasi dan meneruskan keindahannya. Wanita itu di ibaratkan seperti mutiara. Bentuknya yang bulat, solid melambangkan bahwa mereka berpendirian, warnanya yang putih bersih melambangkan kebaikan hatinya, belum lagi mutiara bisa menahan beban berat lebih dari 50 kg (ini nyata) yang menandakan bahwa mereka kuat, dan di selimuti dengan tiram yang senantiasa menjaganya yang butuh pencapaian yang tidak gampang untuk mendapatkannya.

“…kita itu super duper wonder woman, nda…”

Itu yang di katakan teman saya mengenai perempuan. Yang secara gamblang bisa kita simpulkan bahwa perempuan itu merupakan sosok yang kuat. Di balik itu, banyak orang mengatakan bahwa wanita itu lemah. Wanita terlihat sangat lemah ketika di kuasai oleh perasaannya. Entah itu senang atau sedih. Perasaan, itu adalah titik lemah seorang wanita. Tapi memang sudah tidak bisa di pungkiri, wanita kebanyakan mencerna segala sesuatunya tidak dengan logika tetapi dengan perasaan. Perasaan lah yang membuat seorang wanita bisa sangat terbuai dengan rayuan cinta yang diberikan oleh lawan jenisnya sehingga menciptakan rasa berbunga-bunga yang berlebih. Perasaan juga lah yang memebuat wanita jatuh hancur berkeping seletah di kecewakan oleh rayuan cinta tersebut. Wanita bisa menjadi sosok yang sangat periang dan sebaliknya wanita juga bisa menjadi sosok yang sangat cengeng.

Saya seorang perempuan berumur 19 tahun yang saya pikir belum bisa di sebut sebagai seorang wanita sangat berusaha untuk menalar segala sesuatunya dengan logika (ini fakta). Apapun bentuk pernyataan, situasi dan kondisi yang saya alami sebisa mungkin saya logika kan selama otak kiri saya masih mampu bekerja. Entah mengapa, saya lebih tertarik untuk lebih mengoptimalkan kinerja otak kiri saya sebagai logika daripada otak kanan saya sebagai imaji. Tetapi saya juga tidak menyangkal, kalau memang masih ada hal-hal yang bersifat imaji (perasaan) di dalam diri saya. Terlebih ketika saya mengenal cinta. Mata saya terbutakan dengan hati saya yang merekah ruah. Ini menyebalkan, ketika harus merasakan sakit karena urusan perasaan. Ini lebih menyebalkan dari mata kuliah Politik Pemerintahan Amerika Serikat.

Urusan perasaan itu sering timbul ketika kita sedang menikmati masa-masa bercinta dengan pasangan. Menjalin kasih itu terlihat sangat menyenangkan, terdengar sangat bahagia. Tapi ketika moment-moment dimana satu sama lain tidak nyaman karena suatu hal itu datang, wanita menjadi sosok yang sangat emosional. Tapi tak jarang ada wanita yang mengorbankan perasaannya demi mempertahankan kelangsungan hubungan mereka.

Wanita itu lebih banyak meminta, walau tidak terlihat seperti meminta. Wanita itu ingin di mengerti, walau pada beberapa kasus hal sebenarnya bagi lawan jenisnya itu sangat tidak perlu, wanita itu manja walau mereka tidak pernah memperlihatkan sisi centilnya ketika ingin di manja, wanita itu senang di bujuk saat mereka sedang ngambek, wanita senang di puji walaupun sambil tersipu malu untuk mengakuinya, wanita bisa menyembunyikan apa yang mereka rasakan dengan sangat rapi, wanita mahluk yang memiliki titik kesabaran yang jauh lebih tinggi, wanita, wanita, wanita, blah blah blah… Tidak akan pernah ada habisnya ketika berbicara apa yang wanita inginkan.

Buat saya, wanita itu seperti lapisan mika yang berada di dalam perut bumi, sangat indah di lihat bila ada cahanya yang menerpanya, terlihat kuat bila di lihat dari struktur teksturnya, tapi sangat rapuh, sekali terinjak mika itu akan langsung hancur.

Wanita...

No comments:

Post a Comment

silahkan di comment, bila ada yang kurang berkenan, ada saran dan masukan, please, let me know :D