Malam ini aku lagi-lagi tidak bisa memejamkan mata. Jam di handphone ku menunjukkan jam 04.30 am dini hari. Shit! Ini hari ke-empat aku tidak bisa tidur. Amourdemavie, sudah tidur nampaknya. Tinggalah aku sendirian di peraduan. Bosan dengan keadaan kamar, aku pun memutuskan untuk pergi ke atas atap rumah. Cukup lama aku tidak mengunjungi tempat ini. Ada sekitar 2 bulan, aku tidak menjamah dinginnya malam di tempat itu. Lama aku tidak bercengkrama, berkeluh kesah bersama bintang, atau hanya sekedar menatap bulan saat purnama berlangsung. Mereka memang tidak pernah kehilangan keindahannya. Bahkan lebih indah dari lukisan terkenal Van Gogh, Monalisa.
Dingin malam itu begitu terasa, namun tetap lembut menyapa ku. Bintang malam itu tidak terlalu banyak, dan bulan pun enggan untuk keluar. Mungkin bulan merasa kedinginan seperti saya hingga membuatnya tidak ingin beranjak dari sangkar awan lembutnya. Aku merindukan kalian...
Aku memutuskan untuk menunggu kehadiran mereka, walaupun saya tahu, sangat sulit untuk bisa mendapati mereka sekarang. Aku tetap menunggu, sembari membaringkan tubuhku di atap yang berembun, sambil menikmati eksotika langit malam.
Aku tertidur...
Suara penggorengan terdengar, itu pasti ibuku yang sedang memasak. Mereka pun tak kunjung datang. Itu membuatku sedih, kawan lama.
Mataku sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kantuk, dan aku berjalan menuruni anak tangga satu per satu. Kecewa tidak sempat melihat objek lukisan indah di atas kanvas tuhan.
"Nanda, you have a date tomorrow, get some sleep!", gumam ku dalam hati.
Saya kembali ke peraduan dan memejamkan mata. Berharap bisa bertemu mereka di dalam mimpi.
Amourdemavie, besok, adalah harimu, enjoy :*
No comments:
Post a Comment
silahkan di comment, bila ada yang kurang berkenan, ada saran dan masukan, please, let me know :D