Sunday, October 31, 2010

Hegemoni Sang Tuhan

dengan kesendiriannya malam ini, dia berjalan menyusuri trotoar di tengah kota di temani lampu-lampu sorot dari kendaraan bermotor yang lewat. 
kakinya yang rapuh memaksanya untuk berhenti karena sudah terlalu lama berjalan.
tertegun termangu dengan mata menengadah ke langit melihat mendungnya di malam itu. 
bintang pun malam itu enggan memamerkan keindahannya terhadap sang malam. memberikan kesempatan pada lampu-lampu sorot kendaraan itu untuk menggantikannya sejenak untuk malam ini. 
malam semakin larut, dinginnya menyelimuti tubuh dan bunyi lolongan anjing seakan mengajak berdialog. 
  
kegalauan nya malam itu menciptakan ketidak selarasan pada jahir dan batinnya. 
membelenggu otak dan perasaannya. 
kehampaan sudah terlalu lama membungkus hatinya membuatnya menjadi sangat dingin.
ketimpangan rantai kehidupan yang hampir selalu menghantui gerak-geriknya.

bibirnya membeku biru dengan badan terbujur kaku, dia mengangkat tangannya tertatih, dan bertanya pada tuhannya.

"apakah harus seperti ini?"

di temani hujan dengan petir yang menggelegar, menunjukkan hegemoni sang tuhan dan berkata,

"HIDUPMU BERAWAL DARIKU!"

sang tuhan melihat keterpurukannya tidak melakukan apapun untuknya.
sang tuhan terlalu sibuk dengan umatnya hingga mentertawakannya.
sang tuhan terus memamerkan kebesarannya yang tak terhingga.
sang tuhan yang sombong dengan apa yang dia punya.
sang tuhan meludah memuntahkan hinaannya padanya.

tuhan yang di pujanya mencampakkannya.

dia hanya bisa terdiam bisu tanpa mendengar jawaban dari tuhannya.

kembali berusaha untuk memulai langkah, melanjutkan perjalanannya yang tertunda.
langkah-langkah kakinya, menandakan kepergiannya dari sang tuhan.

PERIOD

Saturday, October 30, 2010

METAMORFOSA or MENTAL SICKNESS?

malam ini tampak berbeda, malam yang biasanya ditemani azan subuh yang bergema dari balik langgar dekat rumah saya, malam ini saya di temani hujan yang tidak terlalu lebat yang yang pasti tidak ada petirnya (i like it!).

malam ini kembali saya tidak bisa memejamkan mata saya. padahal kalau di runut kegiatan saya hari ini bisa di bilang cukup melelahkan. semalam saya yang hanya tidur beberapa jam yang secara koersif harus bangun pagi. quiz 1 mata kuliah Teori Hubungan Internasional  membuat saya harus benar-benar membuka mata saya di pagi buta, kemudian di sambung dengan istirahat sebentar di kediaman amourdemavie, pulang kerumah untuk sekedar mandi, kembali ke kampus untuk menghadiri kelas kecil mata kuliah Metodologi Penelitian di sore harinya, pergi ke salah satu mall di samarinda untuk main Boom Boom Car, kembali kerumah yang di rumah saya kembali mendapati PRIA BANGSAT itu sedang berusaha membongkar tas dan mengutak-atik laptop saya sampai akhirnya saya memutuskan untuk pergi dari rumah beberapa saat. finally saya pergi ke basecamp yang ternyata disana saya tetap tidak bisa menikmati kenyamanan saya karena saya harus membantu "Mam Nesty" (one of my lecture in campus) mengetik dan mem-print soal ujian untuk anak SMP di sekolah yang di ajarnya. cukup melelahkan bagi saya yang mempunya fisik yang cukup lemah (kata dokter sih :p).

sekian curhatnya, back to main topic, shall we?

METAMORFOSA atau MENTAL SICKNESS?

saya sekarang sedang mengalami dilema yang bisa di bilang cukup mengganggu keseimbangan otak saya. saya juga tidak tau apa ini bisa di sebut sebagai metamorfosa atau mental sickness (gangguan mental)? setelah kejadian itu lebih-lebih saat kehilangan Little Sunset orang-orang terdekat saya melihat ada perubahan yang cukup signifikan terhadap diri saya. adik saya, teman-teman, dan terutama amourdemavie, dia yang paling merasakan perubahan saya. setelah kejadian itu mereka bilang saya jadi berubah, saya seperti mengalami gangguan kejiwaan, yah bisa dikatakan seperti orang gila, kadang saya ketawa-ketawa sendiri, menangis tanpa sebab, emosi yang berlebihan, ngomong ngelantur ga jelas. saya sendiri tidak sadar pernah melakukan hal-hal itu. seperti ada yang mengkontrol alam bawah sadar saya. sedikit demi sedikit saya berusaha untuk mengambil kontrol lagi. 

piring yang sudah pernah terjatuh bila tidak pecah, pasti meninggalkan retak.

perlahan-lahan saya bisa mengendalikan pikiran saya tapi ternyata masih ada yang tertinggal. sifat kekanak-kanakan saya malah makin menjadi-jadi. saya menjadi sangat childish. saya tidak suka itu tapi saya tidak bisa kontrol dan bodohnya saya tidak pernah sadar akan hal itu. damn!

amourdemavie, dia orang yang selalu menemaniku setiap hari, dan dia juga orang yang merasakan perubahanku dan menerima semua perlakuanku. saya juga sebenarnya sedih dengan keadaan saya yang seperti ini. terlebih lagi setiap teringat dengan Little Sunset, amourdemavie orang pertama yang pasti menghiburku.

takut...

aku takut
ketika amourdemavie menemukan klimaksnya dia tidak bisa terima keadaanku yang seperti ini. aku takut...
takut, bila saya terus menjadi seperti ini, tidak normal kembali.
saya takut bila saya benar-benar menjadi gila.

ada apa dengan saya sebenarnya?
bermetamorfosis kah? atau gangguan mental?

Thursday, October 28, 2010

di kala subuh bergema : what kind of person am i?

Malam ini saya yang tidak bisa mengistirahatkan mata kembali menatap layar persegi panjang monitor laptop saya di temani azan subuh yang berkumandang memanggil umat-Nya untuk menjalankan sholat subuh. Saya tentu bukan orang yang ada di dalamnya. Sebenarnya bisa saja saya mengerjakan yang katanya perintah tuhan itu. Tapi saya sudah malas, tidak ada motivasi apapun yang menjadi alasan kenapa saya harus melakukan hal itu. Kita tidak akan melakukan sesuatu yang tidak relevan buat kita, bukan?

Hmmm,
Beberapa hari ini saya mendapati kejadian-kejadian yang bisa di bilang menjadi tamparan yang cukup keras buat saya. Ini mengenai attitude. Perkataan demi perkataan yang terlontar dari orang-orang di sekitar bahkan terdekatku membuatku berfikir,

“apakah selama ini semuanya baik-baik saja?”

Apakah yang kulakukan selama ini benar? Atau ada beberapa hal yang tidak disukai oleh orang lain terhadapku? Apa aku menyebalkan? Atau over-reacting? Apa orang lain kira-kira membenciku?

Saya sih bukan tipikal orang yang senang mencari musuh. Yang saya herankan, sampai detik ini masih saja ada orang yang membicarakan hal-hal buruk tentang saya. Apa yang saya lakukan? Apa ada yang tidak beres terhadap saya? Saya pikir, semuanya baik-baik saja. Hanya saja memang terkadang saya sedikit cablak tapi saya rasa semuanya masih pada batasnya.

Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan ketika mereka melihat perilaku dan mendengar perkataan saya. Semua orang bebas mengatakan opini tentang saya. Mau itu baik atau jelek pun saya tetap menghargai mereka tanpa sedikit pun mengurangi rasa hormat saya terhadap mereka. Tapi yah tetap, kembali ke pertanyaan-pertanyaan tadi. Kadang pertanyaan-pertanyaan simple seperti itu bisa menjamur memenuhi otak saya. Tapi saya rasa normal sih tidak ada salahnya dan sangat wajar bila memiliki perasaan seperti itu.

Yah setidaknya
Saya ga terlalu heartless tuh :p